Preferensi konsumen terhadaplipstikpada kelompok usia yang berbeda
Di bawah 18 tahun: biasanya masih dalam tahap pelajar, dibatasi oleh peraturan sekolah dan kemampuan ekonomi sendiri, konsumsi relatif kecil. Lebih menyukai gaya yang imut dan manis, seperti lipstik merah muda, oranye muda, seperti bedak peach, oranye koral, dapat menunjukkan vitalitas muda. Menyukai teksturlipstikBibir yang menggunakan lipstik terlihat lebih lembut dan berkilau, dan tidak menyukai warna atau efek riasan yang terlalu mencolok atau dewasa.
Usia 18-25 tahun: muda dan bersemangattren fesyenFaktor utama yang memengaruhi konsumsi lipstik adalah daya tarik. Mereka mudah menerima hal-hal baru, bersedia mencoba berbagai warna dan tekstur baru, seperti warna neon, warna metalik, dan lain-lain. Dipengaruhi oleh media sosial dan blogger kecantikan, mereka mudah mengikuti tren membeli warna dan merek yang sedang populer. Mereka memperhatikan desain tampilan dan kemasan lipstik, dan tidak keberatan dengan kemasan yang lucu, personal, atau modis. Loyalitas merek relatif rendah, lebih bersedia mencoba merek baru, dan memperhatikan rasio harga dan kualitas.

Usia 25-35 tahun: telah bekerja selama beberapa waktu, memiliki fondasi ekonomi tertentu, dan memiliki persyaratan tertentu untuk kualitas dan merek lipstik. Dalam suasana kerja sehari-hari, mereka lebih cenderung memilih warna yang kalem dan tenang, seperti warna krem, warna nude, dll., untuk menunjukkan citra profesional; untuk waktu luang atau pesta, mereka memilih warna yang lebih cerah. Mulai memperhatikan tekstur dan daya tahan lipstik, seperti lipstik bertekstur lembut, yang memiliki efek matte tertentu dan tidak akan terlalu kering, serta dapat mempertahankan riasan untuk waktu yang lama. Memiliki loyalitas tertentu terhadap merek, cenderung membeli merek dengan reputasi baik dan kualitas terjamin.
Usia 35-45 tahun: biasanya sudah memiliki keluarga dan karier yang stabil, dan memiliki persyaratan yang lebih tinggi untuk kualitas dan daya tahan lipstik. Lebih menyukai warna-warna klasik dan elegan, seperti merah terang, merah anggur, dll., warna-warna ini dapat mencerminkan pesona kedewasaan. Memperhatikan efek perawatan dan pemeliharaan lipstik, misalnya, lipstik yang mengandung bahan pelembap dan perbaikan lebih disukai untuk menghindari bibir kering, mengelupas, dan masalah lainnya. Loyalitas tinggi terhadap merek, begitu menemukan merek dan nomor warna yang sesuai, akan terus membeli dalam jangka waktu lama.
Usia di atas 45 tahun: konsep konsumsi relatif matang dan konservatif, lebih memperhatikan kepraktisan dan kenyamanan lipstik. Cenderung memilih warna-warna alami dan lembut, seperti merah muda pucat, warna kulit, dll., yang menyatu dengan warna kulit sendiri, menunjukkan kesan bermartabat dan murah hati. Sangat memperhatikan kelembapan dan keamanan lipstik, umumnya memilih produk dengan bahan alami dan tidak menyebabkan iritasi. Loyalitas merek tinggi, tetapi mereka juga akan mencoba produk baru karena rekomendasi teman atau kebutuhan aktual.
Preferensi konsumen terhadap lipstik di berbagai wilayah
Kota-kota besar dan kota-kota baru yang berkembang pesat: mengumpulkan sejumlah besar kelompok konsumen yang mencari tren fesyen, dan memiliki persyaratan tinggi untuk kualitas dan warna lipstik. Lebih cenderung memilih lipstik merek internasional ternama, seperti Chanel, Dior, Lancôme, dll., karena merek-merek ini memiliki keunggulan dalam hal kualitas, pilihan warna, dan selera fesyen. Sangat peka terhadap tren fesyen, akan memperhatikan dan membeli gaya dan warna lipstik yang sedang populer di musim tersebut. Untuk tekstur dan riasan lipstik, persyaratannya beragam, selain tipe pelembap harian dan tipe matte, juga akan mencoba beberapa tekstur khusus, seperti velvet, metalik, dan sebagainya.
Kota-kota tingkat kedua: Konsumen memperhatikan kualitas lipstik, tetapi juga mempertimbangkan rasio harga dan kualitas. Beberapa merek domestik terkenal seperti Colaqi, Perfect Diary, dll., lebih populer di kota-kota tingkat kedua. Merek-merek ini menawarkan pilihan warna yang beragam dan pengalaman penggunaan yang lebih baik, serta harga yang relatif terjangkau. Pilihan warna lipstik lebih beragam, tidak hanya memilih warna merah dan pink klasik, tetapi juga mencoba beberapa warna minoritas yang sedang tren. Saluran pembelian lebih beragam, baik di toko fisik maupun melalui platform online.
Kota-kota tingkat ketiga dan keempat ke bawah: Konsumen lebih memperhatikan kepraktisan dan harga lipstik. Penerimaan merek-merek lokal yang terjangkau cukup tinggi, dan beberapa merek niche yang hemat biaya juga dapat memperoleh pangsa pasar tertentu di wilayah ini. Dalam pemilihan warna, konsumen cenderung lebih menyukai warna-warna klasik dan serasi, seperti merah, nude, dan lain-lain, dan tidak terlalu mengejar warna-warna yang terlalu modis atau unik. Dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya konsumsi lokal, kesadaran merek lipstik relatif rendah, dan efek aktual serta komunikasi dari mulut ke mulut tentang produk lebih penting.
Daerah pedesaan: Permintaan lipstik relatif rendah, dan konsep konsumsinya lebih tradisional. Saat membeli lipstik, mereka lebih memperhatikan harga dan kepraktisan, dan umumnya memilih produk yang lebih murah. Pemilihan warna didasarkan pada warna alami dan sederhana, seperti merah muda pucat, warna krem muda. Karena saluran pembelian relatif terbatas, mereka terutama membeli melalui toko kelontong lokal, pasar, atau beberapa platform online berbiaya rendah.
Selain itu, latar belakang budaya dari berbagai daerah juga memengaruhi preferensi konsumen terhadap lipstik. Misalnya, di Asia, konsumen umumnya lebih menyukai lipstik merah karena merah melambangkan keberuntungan, gairah, dan kecantikan dalam budaya Asia. Di Eropa dan Amerika Serikat, pilihan warna lipstik konsumen lebih beragam, selain merah, pink, nude, dan beberapa warna yang mencerminkan kepribadian juga sangat populer.
Waktu posting: 15 Januari 2025





