Vitamin C(VC) adalah bahan pemutih umum dalam kosmetik, tetapi ada rumor bahwa penggunaan kosmetik yang mengandung VC di siang hari tidak hanya gagal memutihkan kulit, tetapi juga akan menggelapkan kulit; beberapa orang khawatir bahwa penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung VC dan nikotinamida secara bersamaan akan menyebabkan alergi. Penggunaan kosmetik yang mengandung VC dalam jangka panjang akan membuat kulit lebih tipis. Sebenarnya, semua ini adalah kesalahpahaman tentang kosmetik yang mengandung VC.
Mitos 1: Menggunakannya di siang hari akan membuat kulit Anda lebih gelap
VC, juga dikenal sebagai asam L-askorbat, adalah antioksidan alami yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah kulit terbakar sinar matahari. Dalam kosmetik, VC dapat memperlambat proses sintesis melanin seperti dopaquinone dengan berinteraksi dengan ion tembaga pada situs aktif tirosinase, sehingga mengganggu produksi melanin dan mencapai efek memutihkan serta menghilangkan bintik-bintik.
Pembentukan melanin berkaitan dengan reaksi oksidasi. Sebagai antioksidan umum,VCDapat menghambat reaksi oksidasi, menghasilkan efek pemutihan tertentu, meningkatkan kemampuan perbaikan dan regenerasi kulit, menunda penuaan, dan mengurangi kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet. VC tidak stabil dan mudah teroksidasi di udara serta kehilangan aktivitas antioksidannya. Sinar ultraviolet akan mempercepat proses oksidasi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakanKosmetik yang mengandung VCPada malam hari atau jauh dari cahaya. Meskipun penggunaan kosmetik yang mengandung VC di siang hari mungkin tidak memberikan hasil optimal, hal itu tidak akan menyebabkan kulit menjadi gelap. Jika Anda menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung VC di siang hari, Anda harus melindungi diri dari sinar matahari, seperti mengenakan pakaian lengan panjang, topi, dan payung. Sumber cahaya buatan seperti lampu pijar, lampu neon, dan lampu LED, tidak seperti sinar ultraviolet, tidak memengaruhi VC, jadi tidak perlu khawatir cahaya yang dipancarkan oleh layar ponsel akan memengaruhi efektivitas kosmetik yang mengandung VC.
Mitos 2: Penggunaan jangka panjang akan membuat kulit lebih tipis
Apa yang sering kita sebut sebagai“penipisan kulit”Sebenarnya, ini adalah penipisan stratum korneum. Alasan utama penipisan stratum korneum adalah sel-sel di lapisan basal rusak dan tidak dapat membelah dan bereproduksi secara normal, serta siklus metabolisme aslinya hancur.
Meskipun VC bersifat asam, kandungan VC dalam kosmetik tidak cukup untuk membahayakan kulit. VC tidak akan membuat stratum korneum lebih tipis, tetapi orang dengan stratum korneum yang lebih tipis biasanya memiliki kulit yang lebih sensitif. Oleh karena itu, saat menggunakan produk pemutih yang mengandung VC, sebaiknya Anda mencobanya terlebih dahulu di area seperti di belakang telinga untuk memeriksa apakah ada alergi.
KosmetikSebaiknya digunakan secukupnya. Jika Anda menggunakannya secara berlebihan untuk memutihkan kulit, Anda seringkali akan kehilangan lebih banyak daripada yang Anda dapatkan. Sejauh menyangkut vitamin C (VC), kebutuhan dan penyerapan VC oleh tubuh manusia terbatas. VC yang melebihi kebutuhan tubuh manusia tidak hanya tidak akan terserap, tetapi juga dapat dengan mudah menyebabkan diare dan bahkan memengaruhi fungsi pembekuan darah. Oleh karena itu, kosmetik yang mengandung VC tidak boleh digunakan secara berlebihan.
Waktu posting: 15 Desember 2023






